Hampir setahun yang lalu,
waktu kami masih di semester 1, kami mengambil mata kuliah Bahasa Inggris.
Dosennya adalah pak Satria Agust. Pada saat dipertemuan pertama mata kuliah
bahasa inggris, pak Satria tidak hadir, padahal kami semua sudah menunggu.
Karena awal pertemuan, ketua kelas kami belum memiliki nomor ponsel pak Satria.
Maka dari itu kami belum bisa mengkonfirmasi hadir tidaknya pak Satria.
Dipertemuan kedua juga sama seperti itu, pak satria tidak hadir. Kami merasa
sedikit kesal karena perjalanan ke kampus lumayan jauh tetapi setelah tiba di
kampus ternyata dosen yang kami tunngu tidak hadir lagi. Akhirnya dipertemuan
ketiga pak Satria hadir. Kami merasa lega. Jika dipertemuan ketiga ini pak
Satria tidak hadir, ntah bagaimana cara kami membagi waktu untuk mengganti
pertemuan sebelumnya.
Dipertemuan ketiga ini
menjadi pertemuan pertama kami.
“Good morning” ucapnya ketika langkah
pertamanya masuk ke pintu kelas.
“Good morning too, sir” balas kami
serentak
“how are u today?”
“I’m fine, thank you.”
Setelah itu pak Satria
seperti menunggu dan memberi kode ke kami. Ia menunjuk dirinya sendiri sambil
tersenyum. Kami semua bingung. Ternyata ia berharap kami menanyakan kabarnya
juga. Dan kami pun mengulangnya.
“I’m fine, thank you. And you?”
“life always treat me well, thanks”
jawabnya.
Begitulah seterusnya
ketika pak Satria menyapa kami sewaktu ia mengajar kami di dalam kelas.
Pak Satria memiliki suara
yang lantang. Ketika ia mengajar, ia sangat lucu dan tidak membosankan. Namun
kadang mengejutkan. Ia suka dengan siswa yang aktif, suka bertanya dan menjawab
ketika ditanya walaupun jawabannya tidak benar.
Dari SMP hingga sekarang,
aku suka pelajaran bahasa Inggris karena aku suka dengan hal yang berkaitan
dengan bahasa Inggris. Awalnya aku mengira jika pak Satria ini adalah dosen
yang galak dan aku akan sulit mengikuti pelajarannya. Namun, ternyata pak
Satria adalah dosen yang baik, ramah, menantang dan tidak membosankan. Ia
mengajar dengan baik sehingga aku sangat mudah memahami pelajaran yang ia
berikan. Setiap ada pertanyaan, aku selalu menjawab dan aku juga selalu
bertanya, sehingga lama kelamaan pak Satria mengenal namaku. Setiap ada tugas
atau ketika ia memberi latihan di kelas, ia slalu bertanya kepadaku dan
untungnya aku bisa menjawab dengan jawaban yang benar. Sewaktu sedang membahas
tugas di kelas, perhatiannya selalu tertuju kepadaku seolah-olah memberi kode
agar aku yang menjawab ketika teman-teman di kelas tidak bisa menjawab atau
menulis kata-kata yang menggunakan
bahasa Inggris dengan benar. Ketika mengajar pun ia suka memberi kata-kata
motivasi untuk kami semua. Karena itu, aku selalu tak sabar menunggu hari Kamis
karena ada pelajaran bahasa Inggris. Hasil Ujian Tengah Semester (UTS) dan
Ujian Akhir Semester (UAS) bahasa Inggris, aku mendapatkan hasil yang sangat
memuaskan.
Walaupun aku dari jurusan
Bahasa Indonesia, tetapi aku senang bisa
belajar mata kuliah bahasa Inggris. Apa yang ia ajarkan selalu memberi
pengetahuan yang baru untukku. Aku merasa semakin memiliki pengetahuan yang
lebih luas tentang bahasa Inggris dari sebelum aku belajar dengan pak Satria.
Aku mulai lebih menyukai dan tertarik dengan bahasa Inggris karena pak Satria.
Aku juga termotivasi untuk bisa menguasai bahasa internasional ini. Namun sayangnya
di semester selanjutnya, pak Satria tidak lagi mengajar kami. Kami tidak ada
lagi mata kuliah yang berkaitan dengan bahasa Inggris. Rasanya seperti hampa
jika tidak belajar bahasa Inggris, bahkan aku ingin sekali pindah ke jurusan
bahasa Inggris.
Walaupun
sudah tidak bertemu dengan pak Satria lagi, aku tetap mempelajari dan mengingat
semua pengetahuan yang berkaitan dengan bahasa inggris yang sudah ia berikan
kepada kami semua.
Thank you so much………….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar