Sabtu, 28 Mei 2016

Artikel Profil (berdasarkan wawancara langsung)

Julia Susanty adalah seorang wanita yang lahir di Kijang, 17 Juli 1997. Ia  tinggal di Jalan Nusantara km 17, Kijang. Ia pernah bersekolah di Tk Mutiara, SDN 002 Tanjungpinang Timur, SMPN 7 Tanjungpinang dan SMAN 2 Tanjungpinang. Sekarang ia sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Medan Area (UMA), pada Fakultas Ekonomi (Fekon) jurusan akutansi. Ia memilih melanjutkan pendidikannya di Universitas Medan Area karena itu salah satu perguruan tinggi swasta di Medan yang sudah terakreditasi A dan merupakan salah satu universitas yang tidak diblacklist dari perusahaan. Ia tidak melanjutkan pendidikan di kotanya, yaitu kota Tanjungpinang  karena ia sudah niat kuliah di Medan sejak ia masih SMA. Jurusan yang ia pilih sesuai dengan cita-citanya karena pada waktu SMA ia sudah mulai mengenal akuntansi hingga ia tertarik unuk mempelajari akuntansi lebih dalam. Ia bisa mengikuti semua mata kuliah yang ada di jurusan perkuliahannya, hanya saja ia sedikit kesulitan jika suasana belajar tidak berjalan baik dan jikaa materinya sulit untuk dipahami.
Ia sudah bisa membiasakan diri di kota orang. Hanya butuh waktu sekitar 1 bulan untuk bisa membiasakan diri di kota Medan. Mulai dari cara berbicara hingga dapat mengartikan bahasa daerah yang ada di kota Medan. Dengan cara beradaptasi dengan teman asal kota tersebut akan membuat ia lebih mudah beradaptasi di kota Medan. Dalam setahun hanya 2 kali ia pulang ke kota asalnya, yaitu sewaktu hari raya besar dan libur semester. Tetapi jika ada libur panjang selain hari raya dan libur semester, ia pulang ke kota asalnya. Ia sudah terbiasa berangkat sendirian tanpa didampingi teman atau orang lain.
Target masa perkuliahannya adalah 4 tahun. Setelah lulus S1, ia akan melanjutkan ke S2 tetapi sebelum melanjutkan pendidikan S2, ia akan bekerja karena ia masih ingin mencari pengalaman kerja. Namun, ia ingin mencari pekerjaan di kota lain selain di kota Medan karena ia tertarik mencari pengalaman. Ia tidak ingin bekerja di kota asalnya karena menurutnya bahwa kemungkinan besar prospek pekerjaan untuk seorang akuntan di kotanya sangat kecil. Ia ingin bekerja di sebuah perusahaan besar atau di bank sesuai prospek kerja seorang akuntan. Jika ia tidak memiliki kesempatan bisa bekerja di sebuah perusahaan besar ataupun di bank, ia akan membuat usaha jasa auditing. Lalu, setelah itu ia ingin melanjutkan pendidikannya di luar negeri, yaitu di Singapura engan jurusan yang sama. Jika pada saat itu ia sudah mendapatkan pekerjaan di dalam negeri, maka pekerjaannya ia tinggalkan karena ia hanya ingin mendapatkan pengalaman etika berbisnis di negerinya sendiri, lalu di aplikasikan saat bekerja di luar negeri nanti. Jika ketika ia sudah lulus S2, ia akan bekerja di Singapura dan membuka sebuah usaha. Jika usahanya tidak laku, ia akan minta bantuan dengan kerabatnya. Ia tidak kembali ke negerinya sendiri jika ia sudah mendapatkan pengalaman di Singapura. Tetapi ia tidak menetap, hanya sebagai warga Negara asing. Selain menambah visa Negara, bergaji uang dollar, kehidupannya akan terjamin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar