Kamis, 19 Mei 2016

Analisis Dongeng

         "Asal Usul Dua Belas Shio Binatang"

        Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang Dewa. Pada tanggal 31 Desember pagi sebelum tahun baru, Sang Dewa menulis surat kepada binatang-binatang diseluruh negeri. Angin lalu menyebarkan surat-surat itu keseluruh negeri.
Dalam sekejap, para binatang menerima surat-surat itu, yang isinya bahwa besok pagi di tahun baru, Dewa akan memilih binatang yang paling dahulu datang kesini, dari nomor stu smapai dengan nomor dua belas. Lalu, setiap tahun depa akan mengangkat satu persatu dari mereka sebagai Jenderal berdasarkan urutan.
 Para binatang sangat bersemangat dan tertarik dengan hal itu. Mereka sangat ingin menjadi Jenderal. Tetapi ada satu binatang yang tidak membaca surat itu, yaitu Kucing yang suka bersantai dan tidur. ia hanya menengar berita ini dari Tikus. Tikus yang licik menipunya dan memberitahu bahwa mereka harus berkumpul di tempat Dewa lusa tanggal 2 Januari, padahal seharusnya mereka berkumpul besok pagi tanggal 1 Januari.
Semua binatang bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan dan mereka semua tidur cepat. hanya Sapi yang langsung berangkat malam itu juga karena ia sadar kalau ia berjalan sangat lambat. Tikus yang licik meihatnya lalu meloncat dan menumpang ke punggung Sapi, tetapi Sapi tidak menyadari hal itu.
Pagi harinya, saat hari masih gelap, Anjing, Monyet, Babi hutan, Harimau, Naga, Ular, Kelinci, Ayam, Domba dan Kuda, semuanya berangkat berlari menuju ketempat Sang Dewa.
Saat matahari mulai terbit yang pertama kali sampai di tempat tinggal Dewa adalah Sapi. tapi kemudian Tikus melompat ke depan dan mendarat tepat dihadapan Dewa, maka tikus pun menjadi yang pertama.
Dibelakang mereka, tibalah Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi hutan datang berurutan. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang satu sampai dua belas sesuai dengan urutan kedangannya. Dua belas ekor binatang ini kemudian disebut dengan 12 Shio Binatang.
Para binatang itu merayakan kemenangan dan berpesta pora sambil mengelilingi Sang Dewa. Lalu, tiba-tiba si Kucing datang dengan wajah yang sangat marah. Ia mencari tikus yang telah menipunya sehingga ia datang terlambat. Kucing pun mengejar Tikus kesana kemari.
Sejak itu mulailah era dua belas shio binatang dimulai dari yang pertama tahun Tikus, lalu Sapi, kemudian Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan. Kucing yang tidak berhasil masuk ke dalam Dua Belas Shio Binatang sampai sekarang masih menggejar Tikus kesana kemari karena telah menipunya.


Analisis :
1. Tema                       : Kerja Keras
2. Penokohan  : 
    - Dewa                     : Protagonis
    - Tikus                      : Licik, mau menang sendiri dan suka berbohong
    - Sapi                       : Tidak mau menyerah
   - Kucing                    : Pemalas, pemarah dan ceroboh
   - Kelinci, Kuda, Domba, Ayam, Anjing, Babi Hutan, Harimau, Ular dan Naga :   
    Bekerja keras
3. Latar tempat            : Negeri dan tempat tinggal Dewa
    Latar waktu             : Malam hari, Pagi hari
    Latar suasana          : gembira, sedih, menegangkan.
4. Alur             : Maju.
5. Sudut Pandang        : Orang ketiga.
6. Amanat                   :
   - Sesuatu yang dilakukan dengan usaha, maka akan membuahkan hasil yang baik.
   - Jangan curang demi keuntungn diri sendiri
   - Bekerja keraslah dengan sesuatu yang kita inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar