"Asal Usul Dua Belas Shio Binatang"
Dalam sekejap, para
binatang menerima surat-surat itu, yang isinya bahwa besok pagi di tahun baru,
Dewa akan memilih binatang yang paling dahulu datang kesini, dari nomor stu
smapai dengan nomor dua belas. Lalu, setiap tahun depa akan mengangkat satu
persatu dari mereka sebagai Jenderal berdasarkan urutan.
Para binatang sangat bersemangat dan tertarik
dengan hal itu. Mereka sangat ingin menjadi Jenderal. Tetapi ada satu binatang
yang tidak membaca surat itu, yaitu Kucing yang suka bersantai dan tidur. ia
hanya menengar berita ini dari Tikus. Tikus yang licik menipunya dan
memberitahu bahwa mereka harus berkumpul di tempat Dewa lusa tanggal 2 Januari,
padahal seharusnya mereka berkumpul besok pagi tanggal 1 Januari.
Semua binatang
bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan dan mereka semua tidur cepat.
hanya Sapi yang langsung berangkat malam itu juga karena ia sadar kalau ia
berjalan sangat lambat. Tikus yang licik meihatnya lalu meloncat dan menumpang
ke punggung Sapi, tetapi Sapi tidak menyadari hal itu.
Pagi harinya, saat hari
masih gelap, Anjing, Monyet, Babi hutan, Harimau, Naga, Ular, Kelinci, Ayam,
Domba dan Kuda, semuanya berangkat berlari menuju ketempat Sang Dewa.
Saat matahari mulai
terbit yang pertama kali sampai di tempat tinggal Dewa adalah Sapi. tapi
kemudian Tikus melompat ke depan dan mendarat tepat dihadapan Dewa, maka tikus
pun menjadi yang pertama.
Dibelakang mereka,
tibalah Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan
Babi hutan datang berurutan. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang
satu sampai dua belas sesuai dengan urutan kedangannya. Dua belas ekor binatang
ini kemudian disebut dengan 12 Shio Binatang.
Para binatang itu
merayakan kemenangan dan berpesta pora sambil mengelilingi Sang Dewa. Lalu,
tiba-tiba si Kucing datang dengan wajah yang sangat marah. Ia mencari tikus
yang telah menipunya sehingga ia datang terlambat. Kucing pun mengejar Tikus
kesana kemari.
Sejak itu mulailah era
dua belas shio binatang dimulai dari yang pertama tahun Tikus, lalu Sapi,
kemudian Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan
Babi Hutan. Kucing yang tidak berhasil masuk ke dalam Dua Belas Shio Binatang
sampai sekarang masih menggejar Tikus kesana kemari karena telah menipunya.
Analisis :
1. Tema :
Kerja Keras
2. Penokohan :
- Dewa : Protagonis
- Tikus : Licik, mau menang
sendiri dan suka berbohong
- Sapi :
Tidak mau menyerah
- Kucing : Pemalas, pemarah dan
ceroboh
-
Kelinci, Kuda, Domba, Ayam, Anjing, Babi Hutan, Harimau, Ular dan Naga :
Bekerja
keras
3. Latar tempat : Negeri dan tempat tinggal Dewa
Latar waktu : Malam hari, Pagi hari
Latar suasana : gembira, sedih, menegangkan.
4. Alur :
Maju.
5. Sudut Pandang : Orang ketiga.
6. Amanat :
- Sesuatu yang dilakukan
dengan usaha, maka akan membuahkan hasil yang baik.
- Jangan curang demi
keuntungn diri sendiri
- Bekerja keraslah dengan
sesuatu yang kita inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar